Apa Kabar Kelanjutan Mobil Listrik?

Proses pengisian energi mobil listrik saat peluncuran Green Energy Station (GES) Pertamina di Jakarta, Senin (10/12/2018). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
30 Desember 2018 19:30 WIB Wibi Pangestu Pratama Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membahas kelanjutan program mobil listrik di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman, Jakarta, Jumat (28/12/2018). Upaya ini sebagai komitmen menurunkan kadar emisi sampai 25%.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto menjelaskan rapat tersebut membahas potensi teknologi dan potensi sumber daya alam (SDA) untuk pengembangan industri mobil listrik.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan kemampuan teknologi yang dimiliki Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini kepada Kemenko Maritim. Aplikasi teknologi tersebut dibahas untuk disesuaikan dengan medan dan kebutuhan.

Kemenko Kemaritiman dan Kemenperin pun memetakan SDA seperti lithium dan cobalt di seluruh wilayah Indonesia. Pengembangan komponen dalam negeri akan didorong berdasarkan potensi SDA tersebut.

"Intinya, kami sepakat pengembangan kendaraan listrik untuk mengurangi penggunaan BBM secara drastis dan komitmen kami mengenai emisi harus menurunkan sampai 25 persen. Ke depan, teknologi dan kemampuan kami, intinya kami ingin membangun [industri]," ujarnya, seusai rapat.

Harjanto tidak menjawab detail saat ditanya kelanjutan pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik dan hanya menyampaikan bahwa Perpres tersebut harus mampu mencakup perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Menurutnya, pengembangan mobil listrik akan menggunakan pendekatan insentif bagi industri, baik fiskal maupun nonfiskal. Tax holiday pun akan diberikan kepada industri yang akan mengembangkan komponen utama.

Pola pengembangan mobil listrik akan diserahkan pada mekanisme pasar. "Konsumen akan melihat bagaimana satu teknologi itu bermanfaat, artinya akan menjadi champion di sektor itu [mobil listrik]," tambah Harjanto.

Sumber : Bisnis Indonesia