Tahun Politik Diprediksi Perlambat Penjualan Isuzu

Seorang anak menjajal Isuzu Traga di arena GIIAS 2018. - Isuzu
23 November 2018 21:30 WIB Thomas Mola Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohanes Pratama memproyeksikan penjualan pada 2019 tumbuh melambat. Pelaksanaan pesta politik tahun depan menjadi salah satu penyebab.

General Manager Sales PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohanes Pratama mengatakan penjualan kendaraan komersial pada 2019 diprediksi pada kisaran 5%. Pasalnya, tahun depan merupakan tahun politik di mana pelaku usaha umumnya menahan belanja sambil perkembangan situasi politik. "Tahun depan market tumbuh sekitar 5 persen, kami targetkan tumbuh 7 persen atau 8 persen. Kami juga tidak terlalu optimistis, yang penting pabrik sudah siap, production based siap sehingga ketika permintaan naik, kami siap," ujarnya, Kamis (22/11/2018).

Pada 10 bulan pertama, IAMI meraih penjualan retail sebanyak 20.047 unit, tumbuh 24,8% dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi penjualan Isuzu berasal dari Isuzu Elf yang mampu terjual sebanyak 11.755 unit.

Permintaan kendaraan Isuzu berasal dari sektor infrastruktur, komoditas, dan logistik. Permintaan kendaraan Isuzu juga terbantu oleh penerapan regulasi over dimension ovel loading (ODOL) yang membuat pelaku usaha meremajakan kendaraan dengan memperhitungkan efisiensi bahan bakar kendaraan.

"Karena kendaraan komersial ini dilihat sebagai barang modal. Artinya, bagaimana kendaraan bisa menghasilkan uang sebanyak-banyaknya tapi efisien atau biaya operasional serendah mungkin," tambahnya.

Sumber : Bisnis Indonesia