UMKM Berkembang, Permintaan Pikap Meningkat

Ilustrasi Grand Max. - Daihatsu
20 Juni 2018 06:31 WIB Rheisnayu Cyntara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan kendaraan niaga seperti pikap di suatu daerah ditentukan beberapa hal, salah satunya oleh pertumbuhan UMKM lokal. 

Sales Supervisor PT Astra Daihatsu Motor Yogyakarta Kantor Cabang Magelang Yohanes Ros Ario Adhinugroho mengatakan penjualan mobil niaga jenis pikap masih tinggi dibandingkan truk atau minibus, terutama untuk jenis Grand Max Pick Up. Kendaraan ini masih sangat diminati oleh konsumen individu dan biasanya dimanfaatkan untuk UMKM. Sedangkan konsumen perusahaan atau fleet consumen biasanya lebih memilih untuk membeli minibus. 

"Konsumen individu kami tercatat masih mencapai 80 persen. Biasanya jika UMKM berkembang, permintaan pikap juga akan meningkat. Beda halnya dengan fleet, terkadang memang permintaannya langsung banyak tapi tidak jarang juga sedikit karena mungkin bertepatan dengan pembaharuan kendaraan di perusahaan tersebut. Namun kontribusi fleet comsumen ini juga cukup besar, sekitar 20 persen dari total keseluruhan penjualan," ucapnya kepada Harian Jogja, Selasa (19/6/2018). 

Ario menambahkan secara keseluruhan penjualan Daihatsu cukup menggembirakan. Pada semester pertama 2018 ini, Daihatsu berhasil melampaui target master budget. Karena itu, Daihatsu memasang target penjualan hingga 145 unit pada semester kedua nanti. Khusus untuk peningkatan penjualan mobil niaga, pihaknya mengaku bergantung pada peringatan-peringatan hari besar yang biasanya mendongkrak penjualan. "Misalnya pikap sebelum Lebaran ini naik, sekarang agak turun. Nanti mau tahun baru juga biasanya akan naik," ucapnya.