Advertisement

PRODUKSI MOBIL FERRARI : Ferrari Genjot Produksi Mobil

Redaksi Solopos
Senin, 18 Januari 2016 - 21:35 WIB
Jumali
PRODUKSI MOBIL FERRARI : Ferrari Genjot Produksi Mobil Seorang sales promotion girl berpose di samping mobil Ferrari Tailor Made di sela-sela acara peluncuran mobil terbaru itu di Jakarta, Rabu (27/8/2014). PT Surya Sejahtera Otomotif meluncurkan paket modifikasi resmi Ferrari Taylor Made karena setiap konsumen bisa memodifikasi Ferrari pesanannya sesuai dengan selera masing-masing tanpa batasan khusus. Khusus bagi pemesan Ferrari tersebut harus membayarkan uang muka senilai US100.000. (Rahmatullah/JIBI - Bisnis)

Advertisement

Produksi mobil Ferrari bakal digenjot setelah perusahaan tersebut menjual sahamnya ke publik.

 

Advertisement

 
Harianjogja.com, DETROIT — Setelah resmi menjadi perusahaan terbuka dengan menjual sahamnya kepada publik, Ferrari memiliki strategi anyar. Pabrikan ini dikabarkan akan menggenjot produksi yang saat ini 7.000 unit per tahun menjadi 9.000 unit per tahun pada 2019 nanti.

Sebuah laporan yang dilansir Inautonews, Senin (18/1/2016) menyebut sinyalemen penggenjotan produksi itu diungkapkan Chief Fiat Chrysler Automobile (FCA) Sergio Marchionne yang merupakan salah satu pemegang saham mayoritas Ferrari.

"(Tetapi) Kami perlu melihat apakah pasar bisa menyerap 9.000 unit, sebelum kita ke sana (menggenjot produksi hingga 9.000 unit per tahun)," ujarnya di sela-sela acara North American International Auto Show 2016 di Detroit, Amerika Serikat.

Soalnya, Ferrari selalu berpegang teguh pada prinsip eksklusifitas. Hal ini sejalan dengan visi yang ditetapkan oleh pendiri Ferrari pada 1947 lalu. Visi dan prinsip itu adalah, Ferrari memproduksi sebuah mobil dalam jumlah yang lebih sedikit dari permintaan pasar. "Selama kita memperhatikan aturan itu, maka kita akan baik-baik saja," tuturnya.

Selama ini, Ferrari juga terbukti juga tak berminat untuk memperluas varian yang diproduksi yang berbeda dengan varian yang telah sejak awal dibuatnya. Misalnya, pabrikan ini tidak mau memproduksi sport utility vehicle (SUV), meski saat ini banyak pabrikan mobil mewah atau bahkan supercar yang memproduksi mobil jenis ini.

Lembaga konsultan dan penelitian otomotif, HIS Automotive, Ferari masih akan mengandalkan pasar tradisionalnya, yakni Amerika Serikat untuk menjajakan produknya. Pasar Negeri Paman Sam itu diperkirakan masih akan menyerap 35 persen produk Ferrari pada 2020. Naik dari angka 30 persen tahun lalu. Total penjualan Ferrari saat itu sebanyak 7.700 unit, atau meningkat 500 unit dibanding 2014 yang sebanyak 7.200 unit.

Menurut Massimo Vecchio, analis sebuah perusahaan konsultan di Milan, Mediobanca, pendapatan Ferrari juga bakal berlipat jika telah menjual 9.000 unit per tahun. Sepanjang tahun lalu perolehan laba Ferrari mencapai US$ 1,19 miliar atau sekitar Rp 16,42 triliun pada 2014

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

alt

STY Dirawat di Rumah Sakit, Erick Thohir Beri Waktu Soal Kontrak Baru

Sepakbola
| Sabtu, 22 Juni 2024, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan

Wisata
| Kamis, 20 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement