Suku Bunga Naik Bikin Penjualan LCGC Turun

Ilustrasi mobil sedan - Bisnis Indonesia/Alby Albahi
05 Desember 2018 11:30 WIB Rheisnayu Cyntara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Suku bunga pinjaman yang meningkat akibat gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar, membuat penjualan low cost green car (LCGC) menurun. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan LCGC selama 10 bulan per pertama 2018 menyentuh angka 190.733 unit. Turun 4,28% dibandingkan periode yang sama pada 2017.

Bahkan Gaikindo mencatat selama periode Januari-Oktober, penurunan penjualan LCGC paling besar dialami oleh Datsun, Toyota Calya, dan Daihatsu Ayla. Branch Manager Nasmoco Janti, Wiyono mengakui gambaran kondisi penjualan LCGC secara nasional tersebut juga terjadi di Jogja. Toyota Calya mengalami penurunan penjualan hingga 10% hingga akhir tahun ini. Pasalnya menurut Wiyono LCGC dengan harganya yang terjangkau menyasar segmen konsumen kelas menengah ke bawah. Maka dengan dinamika suku bunga pinjaman selama 10 bulan pertama 2018, penjualan LCGC pun terdampak.

Padahal konsumen segmen menengah ke bawah ini sangat sensitif dengan kenaikan harga yang dipengaruhi oleh depresiasi rupiah dan kenaikan suku bunga acuan. Belum lagi kondisi bisnis yang masih lesu tahun ini. "Banyak konsumen yang memilih untuk menahan membeli tahun ini," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (4/12).

Alasan lain, menurut Wiyono disebabkan LCGC banyak digunakan oleh para sopir taksi daring. Padahal saat ini kebutuhan mereka sudah terpenuhi sehingga pembelian LCGC kini menjadi berkurang. Wiyono menambahkan pada 2018 dan 2019 mendatang, ia memprediksi Toyota Avanza masih akan menopang penjualan Nasmoco.