Aneka Mobil Lawas Muncul di Bandung Lautan Daihatsu

Daihatsu Hijet s37. - Wikipedia
11 November 2018 21:30 WIB Yudi Supriyanto Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Daihatsu Indonesia menggelar Bandung Lautan Daihatsu (Balad) 2018 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11/2018).

Sekitar 20.000 orang memenuhi pelataran stadion. Mereka merupakan gabungan dari 55 komunitas mobil Daihatsu di wilayah Jawa Barat serta pemilik Daihatsu secara individu dengan total mobil yang dibawa sekitar 5.200 unit.

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menjelaskan Bandung Lautan Daihatsu menjadi catatan sejarah tersendiri bagi pelanggan Daihatsu. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan itu menjadi ajang pertemuan akbar para pemilik mobil Daihatsu, baik komunitas maupun umum.

“Semoga pelanggan dapat menikmati kebersamaan bersama keluarga, bersilaturahmi, serta menjadi lebih dekat dengan Daihatsu,” ujar Amelia dalam keterangan pers.

Amelia menjelaskan, sesuai namanya, Balad dalam bahasa Sunda berarti sahabat sehingga selaras dengan tagline Daihatsu Sahabatku. Dalam kegiatan itu, bermunculan mobil-mobil lama Daihatsu seperti Midget keluaran 1962 yang dikenal dengan sebutan bemo. Juga ada Hijet S37 keluaran 1968. Selain ada juga mobil-mobil keluaran terdahulu seperti Taruna, Zebra, Hi-jet, Ceria, Classy, dan Feroza.

“Kami tidak pernah menyangka di acara ini bisa menemukan mobil-mobil tua. Ini kejutan. Kami mengapresiasi panitia yang bisa menghadirkan mobil-mobil ini dari komunitas-komunitas di Jabar,” kata Amelia.

Ia menambahkan kegiatan itu sebagai apresiasi kepada pemilik Daihatsu, bukan ingin menunjukkan merek Daihatsu-nya. Termasuk bukan untuk mengejar target penjualan hingga akhir tahun di tengah kompetisi yang ketat.

“Jualan kami masih seperti biasa, tetap melakukan yang maksimal untuk memuaskan konsumen. Nanti tinggal masyarakat yang menentukan apakah kami tetap di nomor dua [penjualan nasional]. Mudah-mudahan target 192.000 unit tahun ini tercapai,” papar Amelia.

Hal senada dikatakan Supranoto, Deputy Chief Executive PT Astra International Tbl-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Pihaknya selama ini tidak hanya memikirkan soal penjualan, tetapi bagaimana setelah konsumen membeli mobil Daihatsu, konsumen puas.

Menurut dia, kepuasan konsumen yang selalu menjadi target bisnis Daihatsu. Hal itu bisa dilihat dari prestasi Daihatsu meraih penghargaan JD Power. Pada 2017, Daihatsu meraih peringkat pertama JD Power untuk yang keempat kalinya.

“Itu tolok ukur. Jadi indikator bahwa setelah membeli Daihatsu, konsumen puas. Caranya dengan berbagai macam program untuk semakin dekat dengan konsumen, seperti program Balad 2018 ini. Ini semakin membuktikan setiap pembeli happy karena memilih Daihatsu. Di luar memang banyak merek lain, tetapi setelah membeli, selesai begitu saja, kami tidak ingin seperti itu,” papar Supranoto.

Pihaknya juga selalu mendekatkan diri ke pemilik setia mobil Daihatsu. Contohnya, setiap outlet Daihatsu disediakan tempat untuk para komunitas berkumpul. “Kami fasilitasi mereka, bisa mengobrol tiap akhir pekan, coaching clinic, dan kegiatan lainnya,” tambah dia.

Menurut Supranoto, dengan adanya kepuasan pemilik Daihatsu, terutama komunitas, mereka tentu akan bercerita ke konsumen lainnya. “Jadi yang kami lakukan bukan semata untuk jualan, tetapi bagaimana Daihatsu menjadi sahabatnya konsumen. Kalau sudah seperti itu, tiap anggota komunitas pasti akan kampanye, ngomong ke mana-mana tentang Daihatsu,” tutur dia.

Saat ini Daihatsu sudah meraih pangsa pasar 17%, melampaui target pangsa pasar 16% di awal tahun. Penjualan ritel Daihatsu sejak Januari hingga September 2018 naik sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu terlihat penjualan ritel Januari-September 2018 sebanyak 144.716 unit. Periode yang sama tahun lalu sebanyak 134.230. Sedangkan wholesales mencapai 147.513 unit atau naik 5% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 140.233 unit.

Penjualan ritel tetap didominasi Sigra dengan 35.685 unit atau berkontribusi sebesar 25% dari total penjualan ritel Daihatsu. Posisi kedua ada Gran Max (PU) sebanyak 30.445 unit (21%), Xenia 23.809 unit (16%), Terios mencapai 21.135 unit (15%). Penjualan Terios ini naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Lalu, Ayla terjual 17.812 unit (12%) dan Gran Max minibus sebanyak 11.662 unit (8%). Sedangkan line-up Daihatsu lainnya yang meliputi Luxio, Sirion, dan Hi-Max mencapai 4.168 unit atau memberi kontribusi sekitar 3% dari total penjualan.

“Dengan volume pasar ritel nasional mencapai 851.430 unit, atau tumbuh sekitar 10% dibanding periode yang sama tahun 2017, Daihatsu meraih pangsa pasar 17%.

Peduli Citarum

Pada kesempatan yang sama Rokky Irvayandi menjelaskan dalam ajang Balad 2018, Daihatsu juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan lingkungan melalui program Sabilulungan Peduli Citarum. Sabilulungan yang berarti gotong royong itu sejalan dengan program Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (Satapok) dari Pemerintah Kabupaten Bandung yang juga merupakan bagian dari program nasional Citarum Harum. Hari itu, Daihatsu mendonasikan dana Rp250 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusuma menyambut baik kepedulian Daihatsu tersebut. “Biasanya saat saya mendekati korporasi (untuk kepedulian lingkungan), mereka langsung lemas. Tetapi, Daihatsu malah yang nyamperin kami,” ujar Asep. Donasi itu akan digunakan untuk menyukseskan program penghijauan di lahan kritis di hulu Sungai Citarum.

Domestic Marketing EC PT ADM Rokky menjelaskan Bandung dipilih karena Jabar menjadi kontributor kedua penjualan otomotif nasional dengan menyumbang 19%. Dari total penjualan otomotif di Jabar, Bandung (kodya dan kabupaten) memberi kontribusi 30%. Porsi yang sama terjadi pada penjualan Daihatsu.

Sementara itu, sejumlah peserta antusias mengikuti sejumlah acara dan atraksi yang digelar di Balad 2018. “Ini kegiatan positif, orang banyak yang merespons untuk ikut. Acara ini mempererat sesama pemilik Daihatsu,” ujar Tony Yulianto, pemilik Daihatsu Xenia yang datang dari Purwakarta bersama istri dan dua anaknya. Tony termasuk rombongan dari 17 pemilik mobil Daihatsu berbagai tipe yang datang bersama keluarga dari Purwakarta dan Karawang.

“Acaranya menarik, kami semua mendapat topi, kaus, souvenir, snack, hingga voucher makan dan minum,” kata dia. Ia berharap kegiatan serupa bisa diadakan di kota-kota lain, seperti Purwakarta.

Hal senada dikatakan Iswan Anugrah Badrudin dari komunitas Keluarga Hijet Sukabumi (KHS). Ia datang bersama 36 rekan lainnya dari KHS dengan 11 armada. “Ini kegiatan bagus, kami bisa mengenal anggota komunitas Daihatsu lainnya. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya digelar di kota besar, tetapi kota pinggiran juga. Termasuk di Sukabumi,” kata Iswan.

Baik Iswan dan Tony mengaku puas dengan produk Daihatsu yang sudah mereka gunakan bertahun-tahun. Daihatsu terkenal irit BBM dan mesinnya bandel. “Spare part mudah, bandel, Hijet raja tanjakan, padahal mobil tua, tetapi kuat. Hijet juga hemat BBM, tidak perlu tambahan 'obat atau vitamin' apapun,” kata dia.

Tony juga mengakui hal serupa. Menurut dia, mobil Daihatsu, terkenal irit, suku cadangnya mudah dicari dan bengkelnya ada di mana-mana. “Sejak 2013 kami memakai Xenia, tidak pernah ada masalah, tidak ribet,” katanya.