Mau Beli Vespa Lawas? Simak Tip Ini

Deretan Vespa dipajang di Piaggio Museum dalam perayaan ulang tahun Vespa Primavera ke-50 di Pontedera, Italia, Kamis (19/4). - Reuters - Alessandro Bianchi
07 November 2018 10:30 WIB Rheisnayu Cyntara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Motor lawas, salah satunya Vespa masih digandrungi berbagai generasi hingga kini, baik anak muda hingga orang tua. Penjual Vespa pun bermunculan, terutama melalui media sosial. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli Vespa, apalagi jika mengetahuinya lewat daring.

Sebab menurut Tozan Arya Utama, sudah banyak kasus penipuan yang terjadi para penggemar Vespa karena tergiur harga. Menurut pegiat Mataram Scooter Club ini, yang terpenting dilakukan sebelum membeli Vespa lewat daring adalah mencari referensi sebanyak-banyaknya. Baik dengan cara googling, bertanya langsung pada kawan yang memiliki Vespa atau ke komunitas yang ada. Dengan demikian, calon pembeli bisa tahu pasaran yang wajar untuk sebuah Vespa bekas. “Karena kalau Vespa makin tua, harganya makin mahal. Nah untuk tahu pasarannya berapa, harus tanya-tanya dulu biar enggak terjebak,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (6/11).

Tozan mencontohkan untuk Vespa tahun 1965, pasarannya ada di kisaran Rp20 juta. Maka jika menemukan penjual daring yang menawarkan harga Rp5 juta, calon pembeli harus berhati-hati. Bisa jadi barang yang ditawarkan tak sesuai spesifikasi atau bahkan fiktif belaka. Oleh sebab itu, Tozan yang telah menggemari Vespa sejak 20 tahun yang lalu ini membagi tip sebelum membeli Vespa lawas.

Pertama, setelah mencari referensi, calon pembeli harus memastikan berapa bujet yang dimiliki. Apakah anggaran tersebut sesuai dengan keinginan calon pembeli. Pasalnya menurut Tozan, ada beragam jenis Vespa yang masing-masing memiliki pangsa pasar dan nilai jual yang berbeda. Ragam jenis Vespa tersebut bisa dibedakan berdasarkan bentuk bodi maupun beberapa bagian yang khas seperti kepala lampu depan.

Kedua, pastikan kondisi Vespa yang akan dibeli. Jika telah menemukan Vespa yang diinginkan, Tozan menyarankan agar calon pembeli memeriksa seluruh bagian Vespa terutama mesin. Juga body set seperti spakbor, body tengah, stang, perlu dilihat keropos atau tidak. Apakah Vespa tersebut masih layak jalan ataukah perlu restorasi maupun reparasi dahulu. Hal itu penting karena akan berpengaruh pada penentuan budget untuk menyiapkan Vespa hingga bisa dikendarai. “Biasanya paling mahal ada direstorasi. Makanya perlu diperhitungkan bujet untuk restorasi butuh berapa,” ujarnya.

Ketiga, perhatikan kelengkapan surat yang menyertai Vespa lawas tersebut. Meski kendaraan lawas, Tozan menekankan perlunya kelengkapan surat dan autentifikasi dari motor Vespa tersebut. Jangan sampai surat berbeda atau surat tempelan sebab akan sulit mengurusnya. Selain itu, surat-surat dari Vespa memiliki nilai 30%-40% dari harga kendaraan.

“Semua harus dipastikan agar tidak kecewa. Bisa juga aktif gabung di komunitas dulu agar bisa saling bantu. Misalnya butuh referensi sebelum beli, bisa saling komunikasi dulu atau cari sparepart apa, bisa tanya siapa yang punya atau beli di mana. Lebih mudah daripada mengurus sendiri,” imbuhnya.