Kemenprin Dorong Peningkatan SDM untuk Otomotif RI Mendunia

Proses produksi mobil di Karawang Assembly Plant (KAP) milik Astra Daihatsu Motor (ADM) - Antara News/Sella Panduarsa Gareta
04 November 2018 20:30 WIB Thomas Mola Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mendorong pengembangan industri otomotif nasional agar lebih berdaya saing global sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pada industri otomotif menjadi salah satu strategi mengerek hal tersebut.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri otomotif kepada PDB nasional mencapai 10,16% pada tahun 2017serta menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang. Selain itu, produk otomotif Indonesia telah mendunia. “Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang berkontribusi signfikan pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan pers yang dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Sabtu (3/11/2018).

Airlangga menuturkan dengan menargetkan produksi hingga 1,5 juta unit mobil pada tahun 2020, maka perlu peran SDM yang terampil terutama di dalam menghadapi era digital. Untuk industri sepeda motor, paparnya, pemerintah menargetkan nilai ekspor sebesar 10% dari total produksi yang mencapai 6 juta unit per tahun. Indonesia telah mengekspor ke lebih dari 54 negara. "Artinya, produk otomotif buatan kita memang telah diakui dunia,” imbuhnya.

Airlangga menjelaskan Indonesia tidak hanya berpotensi sebagai salah satu pasar otomotif terbesar dunia, tetapi juga telah menjadi bagian dari basis produksi para produsen otomotif berskala global untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk menumbuhkan sektor industri di Indonesia.

Guna mencapai sasaran tersebut, selain menyiapkan berbagai insentif fiskal yang menarik, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait telah menjalankan program strategis dalam penciptaan SDM berkualitas sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

Upaya ini sejalan dengan amanat Instruksi Presiden No.9/2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Kami telah menyusun proyeksi pengembangan, jenis kompetensi (job title), dan lokasi industri yang terkait dengan lulusan SMK. Selain itu, peningkatan kerja sama dengan dunia usaha untuk memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan program magang bagi pendidik dan tenaga kependidikan SMK,” tambahnya.

Langkah lainnya, mendorong industri untuk memberikan dukungan dalam pengembangan teaching factory dan infrastruktur, serta mempercepat penyelesaian Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Untuk menindaklanjuti mandat-mandat tersebut, Kemenperin telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No.3/2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri.

“Kami telah menggandeng sebanyak 609 industri yang terlibat dan 1.753 SMK. Program ini akan terus digulirkan,” paparnya.

Kemenperin juga akan mendorong agar industri otomotif di Indonesia dapat membuat kegiatan pelatihan perbengkelan bagi masyarakat di desa. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan manfaat dari aktivitas industri otomotif dan bisa memacu usaha-usaha bengkel perawatan kendaraan.

“Syukur-syukur kalau ada program pelatihan keterampilan bengkel di desa-desa. Kira-kira per kabupaten nanti diadakan pelatihan perbengkelan di empat desa. Karena ini mencerminkan industri 4.0,” ucapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia