Segmen Berbeda, Wuling Tak Masalah Ada Pemain Baru

Ilustrasi Wuling Cortez - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
19 September 2018 22:30 WIB Rheisnayu Cyntara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sales Manager Wuling Mlati, Eko Cahyo tak mempermasalahkan persaingan yang mungkin terjadi antara dua pabrikan asal Tiongkok yang kini masuk ke pasar Indonesia. Apalagi segmen yang dibidik memang berbeda.

Menurutnya Wuling tak mempermasalahkan persaingan yang biasa terjadi dalam industri bisnis otomotif. Selama ini pun mereka sudah terbiasa bersaing dengan pabrikan lain dari Jepang.

Terkait dengan rencana Wuling untuk mengeluarkan produk SUV tahun depan, Eko mengaku belum dapat mengatakan apakah produk tersebut akan head to head dengan DFSK. Pasalnya belum ada spesifikasi detail, baik harga maupun komponen produk SUV yang akan dirilis pada 2019 tersebut.

"Saat ini kami belum dapat mengatakan akankah head to head ya. Sebatas yang kami tahu ya spesifikasinya CRV dengan harga HRV lah," katanya kepada Harian Jogja.

Strategi yang akan dilakukan Wuling menurutnya akan fokus pada aftersales dan branding awareness. Sebab Eko menyebut meski berhasil masuk dalam 10 besar mobil terlaris 2017, masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang Wuling. Aftersales pun merupakan hal terpenting dalam bisnis otomotif. Dengan total 18 dealer di wilayah Jateng-DIY, Wuling berusaha memberikan layanan prima kepada konsumen. Baik dalam kemudahan servis ketersediaan onderdil, dan lain-lain. "Selama ini kan image masyarakat tentang brand Tiongkok masih kurang baik. Maka kami berusaha buktikan melalui layanan purna jual. Itu saja strateginya," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, DFSK merupakan merek teranyar asal Tiongkok yang baru masuk pada Juli lalu. Kemunculannya terus dikaitkan dengan pendahulunya yakni Wuling yang sama-sama berasal dari Tiongkok. Sebagai mana diketahui merk ini berhasil masuk dalam daftar 10 besar merk mobil terlaris di Indonesia pada tahun pertamanya. Wuling menjadi satu-satunya pabrikan non-Jepang di peringkat 10 besar. Setelah Toyota (371.332 unit), Honda (186.859), Daihatsu (186.381), Mitsubishi (121.395), Suzuki (111.660), Hino (29,419), Isuzu (20.085), Nissan (14.488) dan Datsun (10.484).

Berdasarkan data Gaikindo pada Januari-Desember 2017 lalu, Wuling melalui produk Confero berhasil membukukan penjualan wholesales 5.050 unit. Padahal Wuling tercatat baru memulai penjualan pada Juli, sehingga volume tersebut mampu digapai dalam tempo enam bulan. Wuling membidik kategori LMPV yang diisi oleh Toyota Avanza, Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga dan Mitsubishi Xpander. Namun Penjualan LMPV hanya naik tipis pada 2017 yakni berjumlah 253.808 unit, naik 1,55% persen. Lima besar LMPV terpopuler secara berturut-turut ialah Avanza (116.311 unit), Xenia (38.535), Mobilio, (35.430), Ertiga (35.338), dan Xpander (13.070).