GIIAS 2018 : Keren ... Alat Ini Bisa Identifikasi Sopir yang Ugal-ugalan

Seorang anak menjajal Isuzu Traga di arena GIIAS 2018. - Isuzu
10 Agustus 2018 16:30 WIB Ilham Budhiman Otomotif Share :

Harianjogja.com, TANGERANG—Bagi Kandradi Lookman, kehadiran fleet management system dari PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) itu betul-betul terasa manfaatnya.

Tidak hanya membantu roda bisnisnya semakin lancar, teknologi canggih yang dikenalkan IAMI sejak 2015 di Indonesia itu memberi nilai efisiensi yang lebih. Kandradi merupakan Komisaris sekaligus pendiri PT Lookman Djaja, perusahaan yang bergerak di layanan ekspedisi.

Pada event Mimamori Drive Contest di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Kamis (9/8/2018), yang diikuti 220 driver dari 26 perusahaan logistik yang berasal Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya, perusahaannya berhasil meraih juara kedua.

Menurut Kandradi, alat pintar yang bernama Mimamori dari Isuzu itu sangat membantu perusahaan terutama untuk melihat kepatuhan dan keselamatan sang sopir. "Jadi yang biasa mengemudikan ugal-ugalan, atau kurang baik dalam mengendalikan pedal gasnya yang kurang sesuai seperti aturan pabrik akan terlihat (di Mimamori)," kata Kandradi kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Kini, Mimamori sudah diaplikasikan di unit Isuzu GIGA yang merupakan truk medium yang sudah mengusung mesin Commonrail dan dilengkapi dengan ECU (Electronic Control Unit) dan DRM (Data Record Module).

Sebagai gambaran, Mimamori dapat merekam data pengoperasian, kemudian mengirimkannya secara berkala ke sebuah server yang dapat diakses melaui web melalui PC, laptop, atau smartphone.

Menurut Kandradi, Mimamori yang tergabung dari mesin ini bisa melihat perilaku sopir saat membawa truknya. Itu terlihat dari cara sopir menginjak pedal gas, pengereman, kemudian cara mengendalikan mobil baik saat akan berhenti atau melaju. "Ini semua akan terekam di Mimamori pada layar monitor," katanya.

Di sisi lain, biaya terbesar bagi perusahaan transportasi untuk mengoperasikan truk adalah biaya bahan bakar. Untuk itu, diperlukan cara pengoperasian truk yang efisien dan ekonomis.

"Mimamori ini mencakup bukan hanya GPS tetapi mencakup sampai ke mesin-mesinnya. Jadi pergerakan mesin ini bagaimana, per liter bisa habis berapa kilo meter, itu semua bisa terekam," ungkap Kandradi.

Kandradi berujar, perhatian Isuzu terhadap Mimamori diharapkan dapat terus diperluas mengingat sangat membantu para pebisnis di lini transporter. "Mimamori ini kan baru dari Isuzu Giga, jadi saya lihat kalau Isuzu akan concern terus di masalah ini maka ke depan akan bagus sekali untuk transporter di Indonesia ini," ujarnya.

Kendati perusahaannya baru memiliki delapan Mimamori dari total jumlah kendaraan 220 unit, tidak menutup kemungkinan akan bertambah mengingat dampak yang dirasakan sangat positif.

"Di jalanan itu, yang penting para sopir bisa benar saat mengemudi. Saya bilang Mimamori ini sangat canggih. Saya harap bisa terus diperluas," ucapnya.

Sales Support Departemen Head PT IAMI Istadi mengatakan Mimamori memudahkan konsumen memastikan pengoperasian truknya secara aman dan efisien. Untuk itu, diperlukan cara pengoperasian yang aman sehingga terhindar dari kecelakaan, breakdown, dan hal tidak diinginkan lainnya.

Teknologi ini dilengkapi dengan fitur GPS sehingga konsumen dapat memonitor lokasi kendaraan secara realtime. Konsumen juga dapat melihat histori perjalanan truk tersebut.

Selain itu, terkoneksi dengan Google Map sehingga dapat bermanfaat untuk melihat kepadatan lalu lintas dan pemilihan rute perjalanan yang efisien. Mimamori juga dilengkapi dengan Geofence, untuk memagari lokasi sebagai tujuan atau sebagai lokasi yang tidak boleh dimasuki.

Kekuatan terbesar Mimamori terletak pada laporan-laporan mengenai kebiasaan mengemudi. Mimamori secara otomatis merangkum kebiasaan mengemudi tersebut dalam skor tertentu, yang disebut Mimamori Driving Evaluation Score yang dapat digunakan Customer untuk memberikan evaluasi dan penilaian terhadap berdasarkan data-data aktual dan objektif.

Di samping itu, disematkan juga sistem alarm. Jika pengemudi mengemudikan dengan kecepatan tinggi, pengereman mendadak, memasuki daerah terlarang, RPM mesin terlalu tinggi, telat memindah gigi, Mimamori otomatis memberikan alarm peringatan kepada pengemudi, dan otomatis mengirimkan email notifikasi kepada konsumen.

Adanya notifikasi DTC (Data Trouble Code) juga sangat membantu yaitu jika mengalami tanda-tanda kegagalan fungsi, semisal overheat, adanya sensor tidak bekerja, Mimamori secara otomatis mengirimkan notifikasi. "Hal ini sangat berguna untuk konsumen mencegah breakdown."

Dan terakhir, yang terpenting adalah aspek keselamatan bagi pengemudi itu sendiri. Sebab, sopir salah satu tumpuan untuk kemajuan sebuah usaha, di samping dapat meningkatkan skill mengemudi yang aman dan efisien.

Sumber : Bisnis Indonesia