Vespa Edisi Terbatas Dongkrak Penjualan

Model berpose di samping produk terbaru Vespa Sprint Carbon di Jakarta, belum lama ini. Vespa Sprint Carbon hadir sebagai edisi spesial dari model favorit Vespa Sprint dengan tampilan yang lebih sporty dan tegas.Vespa Sprint Carbon ini ditawarkan dalam jumlah yang terbatas. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
08 Agustus 2018 08:30 WIB Rheisnayu Cyntara Otomotif Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Vespa edisi terbatas, Sprint Carbon, yang diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada awal Juli lalu diklaim mendongkrak penjualan pada semester I/2018. Selain itu, teknologi antilock breaking system (ABS) yang mulai digunakan oleh Vespa Sprint dan Primavera sejak April juga berkontribusi signifikan pada penjualan.

Supervisor CV Kharisma Motor Irfan Ade Chandra mengatakan penjualan di semester I/2018 ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year). Menurutnya hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Yakni penggunaan fitur ABS di Vespa Sprint dan Primavera. Sistem rem anti-terkunci ini merupakan sistem pengereman agar tidak terjadi penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak/keras. Sistem ini diadopsi dari teknologi serupa di pesawat terbang dan baru digunakan Vespa pada April lalu.

"Sebelum-sebelumnya memang belum pakai teknologi ABS. Dengan teknologi ini, konsumen makin melirik dan memilih untuk membeli Vespa. Penjualan pun terdongkrak," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (7/8).

Selain teknologi ABS, diluncurkannya Vespa edisi terbatas Sprint Carbon juga berkontribusi positif. Vespa dengan pelek hitam 12 inci, sentuhan aksen merah, knalpot hitam, seat single bernuansa sporty dan motif karbon di area front tie ini jadi daya tarik baru bagi para pecinta Vespa. Irfan mengatakan meski baru bulan lalu diluncurkan, sudah ada beberapa konsumen yang membeli Vespa edisi terbatas ini. Mayoritas merupakan para kolektor Vespa yang ingin memiliki edisi terbatas yang biasanya diluncurkan tiap dua tahun sekali ini.

"Kita dapat stok sekitar 15 unit dan sudah laku delapan unit. Kebanyakan memang para penggemar Vespa, bahkan kolektor yang memang ingin memiliki Vespa limited edition ini," tuturnya.

Irfan menambahkan pasar Vespa di Jogja memang cukup menjanjikan. Konsumennya rata-rata merupakan mahasiswa yang berasal dari luar kota dan tengah menempuh studi di Jogja. Kaum muda memang jadi segmen utama Vespa, sebab Irfan menyebut motor ini lebih ditujukan sebagai salah satu bentuk lifestyle (gaya hidup) yang memang disukai konsumen muda. Bahkan menurutnya tiap bulan, rata-rata ia bisa menjual hingga 60 unit Vespa.

Adplus Tokopedia