Dari 1977-2018, Produksi Toyota Kijang Capai 2 Juta Unit

Ilustrasi Toyota Kijang Innova Venturer - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
31 Juli 2018 22:30 WIB Newswire Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Produksi mobil keluarga legendaris, Toyota Kijang menembus angka dua juta unit sejak diluncurkan 1977 hingga semester pertama 2018.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan produksi ke dua juta itu lahir dari pabrik Karawang 1, dengan tipe Kijang Innova V berwarna white pearl bertransmisi otomatis (A/T). "Toyota Kijang Innova V tersebut untuk tujuan ekspor ke Saudi Arabia,” katanya, Senin (30/7).

Ia menjelaskan selama ini Toyota Kijang yang telah memasuki generasi keenam, merupakan andalan TMMIN. Produksi mobil serbaguna (MPV) menengah itu menguasai 57% dari total produksi TMMIN yang kini telah mencapai lebih dari 3,5 juta unit. "Produksi Toyota Kijang ke dua juta itu tidak mungkin tercapai tanpa sinergi kuat dari hulu ke hilir, mulai dari para pemasok komponen hingga jaringan dealer,” kata Bob.

Ia pun bercerita tentang sejarah produksi kendaraan legendaris yang dirancang bangun mengikuti selera pasar Indonesia itu. Kelahiran Toyota Kijang tidak lepas dari kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri alat angkut serba guna di pertengahan 1970 yang direspons Toyota dengan membuat basic utility vehicle (BUV). "Pada saat itulah Toyota Kijang generasi pertama lahir dan diluncurkan pada Juni 1977,” katanya.

Namun seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia, Toyota Kijang terus dikembangkan dari sekadar kendaraan basik menjadi alat angkut menjadi kendaraan penumpang yang nyaman dengan konsep tujuh penumpang. Toyota Kijang generasi kedua yang dibuat pada 1981 menandai perubahan mobil tersebut dari kendaraan niaga menjadi mobil penumpang dengan konsep multi-propose vehicle (MPV). "Sejak saat itu, Toyota Kijang tidak lagi dikenal sebagai kendaraan angkutan barang,” ujar Bob.

Kontribusi yang besar juga ditunjukan Toyota dalam pengembangan industri otomotif nasional melalui peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) Toyota Kijang yang semakin tinggi dari 19% menjadi 85%, seiring dengan perkembangan industri otomotif Indonesia. Berawal di angka 19% pada Kijang generasi pertama, TKDN Kijang merangkak naik menjadi 30% pada generasi kedua.

Keseriusan untuk meningkatan kandungan lokal terus ditunjukan dengan penambahan rasio kandungan lokal Kijang menjadi 40% pada Kijang generasi ketiga/Kijang Super yang diluncurkan pada 1986. "Peningkatan TKDN Toyota Kijang ini juga tidak terlepas dari dukungan pemasok lokal yang awalnya hanya berjumlah delapan perusahaan pada 1977, kini menjadi 139 perusahaan,” kata Bob.

Kini, lanjut dia, Toyota Kijang, dengan nama Innova telah menjadi produk MPV global Toyota dengan basis produksi di Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. "Toyota Kijang menjadi pembuka jalan bagi model-model lainnya mobil Toyota untuk diproduksi secara lokal di Indonesia,” ujarnya.

Sumber : Antara