Puluhan Mobil Kuno Ramaikan Pertemuan PPMKI, Ada yang Usianya 80 Tahun

Sejumlah mobil kuno terparkir saat acara syawalan dan silaturahmi Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) DIY, di Jogja Airport Resto, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Sabtu (7/7/2018) sore. - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
07 Juli 2018 21:37 WIB Irwan A Syambudi Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Puluhan mobil kuno turut menyemarakkan acara yang digagas oleh Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) DIY. Berbagai jenis mobil kuno yang datang itu ada yang sudah berumur 80 tahun.

Ketua Pengurus Harian PPMKI DIY Suci Teguh mengatakan, dalam acara Syawalan dan Silahturahmi PPMKI, pihaknya mengundang sebanyak 80 anggota. Selain itu juga turut diuundang PPMKI Solo Raya untuk mengikuti pertemuan yang diadakan di Jogja Airport Resto, Purwomartani, Kalasan, Sabtu (7/7/2018) sore.

"Sekarang anggota kami yang datang dan bawa mobil kuno ada puluhan. Kalau total dari 80 anggota kami memiliki sekitar 200 lebih mobil kuno. Ada yang satu orang bisa punya 30-40 mobil kuno," kata dia, Sabtu.

Lanjutnya lagi dari puluhan mobil kuno yang datang, ada salah satu mobil yang paling tua yakni mobil Morris Ten buatan
Inggris 1938. Selian itu juga ada mobil-mobil tua lainnya seperti Cevrolet dan Holden buatan 1971.

"Kalau saya sendiri punya 10 mobil. Saya lebih suka jenis pikap dan sport. Koleksi saya ada pikap Chevrolet 1948, pikap
GMC 1948, pikap Ford F 100 1956. Semuanya masih hidup dan bisa jalan," ungkapnya.

Dijelaskannya, di perhimpunan yang sudah berdiri sejak 1979 itu para anggotanya adalah pemilik mobil dengan tahun tertentu
saja. Pasalnya hal ini sesuai dengan penggolongan mobil kuno yang dibatasi hanya berusia lebih dari 40 saja.

Bagi para anggota PPMKI, selain berkumpul membicarakan masalah mobil tua, mereka juga punya banyak kegiatan. "Selain
mengadakan Syawalan dan silahturahmi, kami juga sering mengadakan reli ke sejumlah tempat wisata di sekitar DIY," kata Suci.

Sementara itu, salah seorang anggota PPMKI DIY, Andi Kurniawan mengatakan hobinya mengoleksi mobil kuno sudah sejak lama, etapi ia kemudian baru benar-benar mulai mengkoleksi mobil tua sejak 2017 lalu.

"Sekarang punya sekitar 35 mobil kuno. Yang paling tua itu buatan 1938," kata dia.

Dari hobinya mengoleksi mobil kuno ini, kini dia sedang dalam proses pembangunan sebuah resto bernama Jogja Airport Resto dengan konsep memadukan koleksi mobil tuanya. Dirinya akan menggabungkan restoran berkonsep bandara dengan ruang makan di dalam pesawat terbang dengan puluhan koleksi mobil tua yang juga akan ia pajang.