Konsumen Avanza Mulai Beralih ke Rush

Model berpose bersama mobil All New Rush, line-up terbaru real SUV Toyota, di salah satu sudut Kota Bandung, Jabar Rabu (7 - 2). Sejak diluncurkan pada November 2017 lalu, kehadiran All New Rush mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Januari 2018 medium SUV ini sudah mencatatkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) ssbanyak 14.000 unit. (JIBI)
07 Juni 2018 08:30 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatat ada sekitar 6% konsumen Avanza berpindah ke Rush generasi teranyar. Low sport utility vehicle (LSUV) yang diperkenalkan mulai akhir tahun 2017 itu mulai didistribusikan sejak Januari 2018. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang empat bulan pertama ini pasokan ke dealer Avanza melorot 40,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau menjadi 28.330 unit. Pada saat yang sama, Rush melonjak 84,3%, menjadi 14.944 unit. 

Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto mengatakan mobil berkapasitas tujuh penumpang masih menjadi incaran konsumen roda empat Tanah Air. Hal itu yang membuat respons masyarakat terhadap Rush tergolong baik. Ditambah mobil ini seakan menjadi jawaban TAM di tengah demam Xpander. 

Seperti diketahui, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mendobrak desain konvensional mobil kecil serbaguna (LMPV) melalui Xpander. Mobil yang diluncurkan medio 2017 itu tampil modis dengan desain menyerupai LSUV. 

“Memang [permintaan LMPV] yang ke arah desain meningkat, tapi kalau dibandingkan dengan fungsional masih 50-50,” jelas Henry. 

Avanza yang menjadi mobil pertama membuka pintu LMPV memang belum mengalami perubahan signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2004. TAM beralasan mobil ini memiliki segmentasi tersediri, yakni orang-orang yang mengedepankan fungsi dibandingkan dengan desain. 

Mengutip data Gaikindo, Avanza memang membuktikan berhasil bertahan di tengah tekanan banyak penantang baru. Kendati pasokan ke dealer turun hingga 40% lebih, akan tetapi rerata penjualan per bulan masih melampuan angka 5.000 unit per bulan. “Kami ingin Avanza bisa terus menjaga momentum sampai akhir tahun,” kata Henry. 

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan 6% konsumen Avanza tersebut adalah loyalis. Dia mengklaim mereka akan kembali memilih Avanza begitu ada pembaruan model. 

Adapun posisi Avanza memang goyah sejak Xpander mendapatkan momentum popularitas sejak pertengahan tahun lalu. Dalam angka, kuartal I/2018 menjadi catatan runtuhnya digdaya Avanza di pasar otomotif Tanah Air. 

Pertamakalinya ada mobil yang berhasil mengalahkan penjualan kumulatif Avanza. Sepanjang tahun ini, hingga April, penjualan pabrik ke diler Xpander sebanyak 29.069 unit, sedangkan Avanza di bawahnya 28.330 unit. 

Pasar LMPV memang memiliki daya tarik bagi banyak pabrikan. Penguasaan model ini terhadap pasar dalam negeri sebanyak lebih dari 23% menjadi magnet. Tercatat ada 7 merek yang berbagi kue. 

Sumber : Bisnis Indonesia