Mercedes-Benz Akan Rakit Mobil Listrik di Indonesia

Ilustrasi Mercedes Benz. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
05 Juni 2018 07:30 WIB Yudi Supriyanto Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia berencana merakit kendaraan dengan teknologi EQ power miliknya, yakni E350e di Indonesia. 

Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operations & Product Management MBDI, mengungkapkan, perusahaan akan mendatangkan kendaraan plug in hybrid tersebut dari negara lain secara utuh (completely built up/CBU) miliknya lantaran belum mengetahui penerimaan dan pasarnya di dalam negeri. 

“Kalau EQ memang untuk tahap awal kita CBU, tapi nanti kan ke depannya tentu itu menjadi bagian dari CKD plant kita di sini,” kata Kariyanto kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia

Dia menjelaskan merakit kendaraan tersebut di dalam negeri pasti dilakukannya mengingat ke depan teknologi kendaraan bermotor mobil sebagian besar pasti lebih kepada teknologi listrik, hybrid, plug in hybrid, dan sebagainya. 

“Jadi, mau enggak mau, nanti suatu saat pada momentum yang tepat tujuan akhir kami ke sana [CKD],” katanya. 

Saat ini, kendaraan beroda empat yang pernah dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show 2018 tersebut belum dijual oleh perusahaan. Meskipun begitu, dia mengaku banyak orang yang menanyakannya. 

Kondisi tersebut, dia menunjukkan terdapat masyarakat yang berminat terhadap kendaraan bermotor mobil tersebut. Perusahaan belum menjual kendaraan listrik itu lantaran masih menunggu kepastian pemerintah dalam memberikan insentif. 

Dia menuturkan insentif perlu diberikan oleh pemerintah terhadap kendaraan listrik agar harga yang ditawarkan ke konsumen bisa lebih layak. “Secara minat, kami lihat sudah ada yang tanya, misal ke diler. Tapi, kami sampaikan, kita masih menunggu insentif dari pemerintah. Jadi, sabar dulu,” katanya. 

Dia menambahkan perusahaan tidak masalah jika hingga saat ini pemerintah tidak kunjung menyelesaikan beleid mengenai kendaraan listrik. 

Perusahaan, ujarnya, dengan mobil berteknologi EQ Power ingin menunjukkan ke pasar dan pemerintah bahwa perusahaan telah siap dari sisi produk. “Sekarang tinggal nanti go-nya kapan, kami tergantung dari insentif pemerintah itu kapan keluarnya secara pasti,” katanya. 

Dia melanjutkan perusahaan tengah melakukan berbagai macam persiapan sebelum melakukan penjualan kendaraan bermotor mobil listriknya. Salah satu contoh persiapan yang tengah dilakukannya adalah melakukan pelatihan terhadap sumber daya manusia (SDM). 

Pada ajang IIMS 2018, Mercedes-Benz telah memperkenalkan EQ. Nama EQ merupakan singkatan dari electric intelligence dan berasal dari nilai-nilai yang dianut Mercedes-Benz, yaitu emotion and intelligence. 

Nama baru ini mencakup semua aspek penting dalam mobilitas elektrik yang berfokus pada pelanggan dan juga melampaui kendaraan itu. Teknologi EQ menawarkan sebuah ekosistem mobilitas elektrik yang komprehensif, baik dari segi produk, layanan, teknologi maupun inovasi. 

EQ Power merupakan teknologi yang diimplementasikan dalam E 350e plug-in hybrid, sebuah model sedan mewah yang menggabungkan efisiensi dengan kenyamanan berkendara. 

Teknologi EQ Power akan membuka jalan bagi EQ, sebuah titel yang tersedia bagi jajaran kendaraan elektrik murni yang sebelumnya sempat ditampilkan melalui mobil konsep Generation EQ pada ajang Paris Motor Show pada tahun 2016.

Sumber : Bisnis Indonesia