Astra Honda Bidik Ekspor Sepeda Motor Naik 47%

Ilustrasi sepeda motor Honda. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
17 Mei 2018 07:30 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JAKARTA–PT Astra Honda Motor (AHM) ingin menutup 2018 dengan volume ekspor completely built up (CBU) sebanyak 175.000 unit atau naik 47% dibandingkan dengan tahun lalu. Skutik masih menjadi andalan untuk menyasar pasar di negara lain. 

General Manager Overseas Business Division AHM Kurniawati Slamet optimistis target tersebut bisa tercapai. Tahun ini, hingga April, perusahaan mencatat pertumbuhan ekspor sebanyak 36%. 

“Honda Vario 150 cc diharapkan menyumbang kenaikan terbesar tahun ini,” katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Rabu (16/5/2018). 

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang Januari-April 2018 tercatat ada lonjakan ekspor Vario 150 cc sebanyak lebih dari dua kali lipat. Total pengiriman ke negara lain motor tersebut pada periode itu 10.181 unit. 

Secara keseluruhan skutik menjadi tulang punggung ekspor AHM. Model yang juga popularitasnya meroket di pasar domestik ini berkontribusi 92,9%. 

Selama dua bulan terakhir, satu model skutik Honda menjadi kontributor terbesar capaian ekspor roda dua Indonesia. Pada bulan lalu Beat eSP berkontribusi 31% terhadap volume pengapalan skutik produksi Indonesia atau sebanyak 10.167 unit. 

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) pada bulan lalu, jumlah ekspor sepeda motor nasional dalam kondisi utuh atau completely built up dari Indonesia sebanyak 44.271 unit. Ekspor jenis motor skutik produksi Indonesia bulan lalu tercatat 33.029 unit. 

“BeAT memang tidak hanya primadona di pasar domestik tapi juga di pasar ekspor,” kata Kurniawati. 

Sementara itu, secara keseluruhan kategori skutik dan sport AHM naik signifikan, atau masing-masing 66,1% dan 55,1% tahun ini. Kontras dengan capaian tipe bebek yang anjlok 80,1%.

 

Kurniawati melanjutkan bahwa sepeda motor Honda dalam bentuk CBU dikirim ke beberapa negara, seperti Filipinda dan Bangladesh. Selain itu, Honda juga mengapalkan dalam bentuk terurai atau completely knock down (CKD) ke Jepang, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

 Kinerja ekspor AHM sejak tahun lalu terbilang sangat baik. Sepanjang 2017, perusahaan mencatat pertumbuhan 100,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 Faktor penentu melejitnya performa perusahaan adalah kemampuan menawarkan harga kompetitif di negara tujuan. Pasalnya pasar domestik Indonesia relatif besar. Selain itu juga didorong oleh naiknya permintaan roda dua di kawasan Asia.

 Secara keseluruhan, capaian ekspor roda dua empat bulan pertama tahun ini lebih tinggi 41,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Yamaha masih menjadi kontributor terbesar, kemudian diikuti Honda, Suzuki, TVS, dan Kawasaki.

Sumber : Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia