Jimny Jangkrik Makin Tua Makin Mahal

Mobil Suzuki Jimny Jangkrik yang digunakan untuk wisata touring keliling Pantai Depok. Foto diambil beberapa waktu yang lalu. - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
16 Mei 2018 09:30 WIB Rheisnayu Cyntara Otomotif Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Seiring bertambahnya umur suatu produk, banyak yang nilai ekonomisnya pun berkurang drastis. Namun kadangkala rumus itu tidak berlaku pada suatu produk tertentu. Contohnya Suzuki Jimny keluaran tahun 1980 hingga 1982 atau yang lebih dikenal dengan nama Jimny Jangkrik. 

Sejak periode 2010-an hingga saat ini mobil yang dibekali dengan empat penggerak roda atau double gardan ini sangat diburu oleh masyarakat. Bahkan mobil yang menggunakan mesin 970 cc ini, masih laku belasan juta dalam kondisi mesin mati dan bodi berkarat. Akibat permintaan konsumen yang makin tinggi dan jumlah unit yang tersedia di pasaran terus berkurang mengakibatkan harga Suzuki Jimny Jangkrik melejit. Bahkan bisa mencapai lebih dari Rp50 juta dalam kondisi siap untuk off road. 

Ketua Bidang Kegiatan Paguyuban Wisata Otobursa Sleman Subarjo HS mengakui makin banyak konsumen yang mencari mobil jenis ini. Rata-rata merupakan pecinta off road ataupun mobil lawas. Menurut konsumen, Suzuki Jimny Jangkrik ini dianggap mumpuni untuk digunakan pada hampir semua medan. Subarjo menyebut di Otobursa Sleman, meski barangnya selalu tersedia, rata-rata juga cepat berpindah tangan. 

Menurutnya, kini hanya tersedia enam unit Suzuki Jimny Jangkrik dengan kisaran harga Rp70 hingga Rp80 juta per unitnya. Itu dengan kondisi yang bagus dan siap pakai. "Kalau mobil tua memang tak terbatas ya harganya. Makin tua, makin mahal karena unitnya juga sedikit. Biasanya banyak dikoleksi orang," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (15/5/2018). 

Tak hanya untuk koleksi, salah seorang pengelola Jip Wisata Pantai Depok Dardi Nugroho menuturkan sejak bermunculan objek wisata yang menawarkan paket touring, harga Suzuki Jimny Jangkrik ini mulai melejit. Pasalnya paket touring mengunjungi objek wisata alam biasanya memang hanya bisa ditempuh dengan mobil double gardan. Selain itu, bahan bakarnya pun lebih irit dan onderdil relatif gampang dicari jika terjadi kerusakan. 

Dardi menyebut di Pantai Depok saat ada sekitar 20 unit mobil jip dengan bak terbuka untuk melayani wisatawan, hampir separuhnya merupakan Suzuki Jimny Jangkrik. Ia juga mengaku baru saja berburu mobil ini hingga ke wilayah Jombang, Jawa Timur saking sulitnya mencari barang yang sesuai dengan kondisi kantong. Dengan kondisi layak jalan namun mesinnya mengalami beberapa kerusakan, mobil yang baru saja ia beli tersebut dihargai Rp28 juta. 

"Terkadang sudah tidak ada surat menyurat toh tetap laku karena jalur yang ditempuh adalah jalur ekstrem bukan jalan raya, mungkin tidak untuk digunakan di jalan raya. Apalagi sekarang permintaan sedang tinggi-tingginya sementara unitnya semakin langka," ujarnya. 

 

Adplus Tokopedia