Toyota Segera Buka Segmen Baru untuk Pecah Stagnasi Pasar

Pengunjung mencoba Toyota All New C-HR saat peluncurannya, di Jakarta, Selasa (10/4/2018). - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
12 Mei 2018 09:30 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com JAKARTA–Toyota segera membuka segmen baru di Indonesia untuk mengatasi merosotnya angka penjualan tahun ini. 

Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan di tengah kondisi stagnansi pasar kendaraan penumpang, seluruh pabrikan akan berlomba mengenalkan produk anyar. “Ada produk baru yang belum ada di Indonesia akan kita luncurkan,” katanya kepada Bisnis, Kamis (10/5/2018). 

Soerjo mengatakan hal ini bukan pertama kali dilakukan perusahaan. Pada 2003 Toyota membuka kategori baru, yaitu mobil kecil serbaguna (LMPV) melalui Avanza. Hasilnya mobil tersebut menjadi mobil terlaris hingga 2017. 

Kemudian tiga tahun setelahnya, TAM mengenalkan low sport utility vehicle (LSUV) Rush. Bermodal desain menyerupai SUV, tetapi dengan kubikasi mesin lebih kecil, mobil ini menjadi pemain kunci di segmennya. Pangsa pasarnya sempat menyusut pada 2016—2017, saat PT Hondra Prospect Motor (HPM) meluncurkan pesaing Rush dua tahun lalu. 

Dia melanjutkan dengan capaian-capaian itu, TAM tertantang bukan untuk masuk segmen yang sudah ada. “Pabrikan itu kuat kalau bisa memetakan mana pasar gemuk dan mana pasar yang bisa dibuat lagi,” katanya. 

Pada awal tahun ini, TAM meluncurkan satu produk baru, yaitu C-HR. SUV yang dijual seharga Rp488,5 juta ini mencoba mengincar konsumen baru. “Mobil ini mencari pembeli emosional. Orang-orang yang ingin tampil beda,” katanya. 

Apabila melihat dari segi kapasitas mesin, C-HR tidak tampak mecoba membuka segmen baru di Indonesia. Akan tetapi dari sisi harga jual, TAM memposisikan mobil ini di atas kompetitor. Pasalnya pabrikan Jepang lain membanderol SUV 1.8 L dengan rentang harga sekitar Rp300 juta.

 Terkait C-HR, TAM tidak mengincar pasar gemuk. Hal ini terlihat dari target penjualan perusahaan sebanyak 140 unit per bulan. “Segmen gemuk di Indonesia kisaran harganya itu Rp200 juta,” kata Soerjo. 

Adapun berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tiga bulan pertama tahun ini menjadi catatan buruk bagi TAM. Pasokan ke diler Toyota anjlok 21% menjadi 84.494 unit. Juara bertahan dunia otomotif Tanah Air ini pun harus melepas titel nomor satu di segmen andalannya, LMPV dan SUV. 

Cengkraman tulang punggung sektor otomotif grup Astra ini terhadap pasar mobil Indonesia pun ikut mengendur. Pangsa pasar Toyota merosot dari 37,8% pada triwulan pertama 2017, menjadi 28,9% pada periode yang sama tahun ini. Kendati demikian, Toyota masih mempertahankan status sebagai merek mobil terlaris di Indonesia.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia