Isuzu Pilih Kembangkan Kendaraan Niaga

Isuzu Traga. - Isuzu/astra.com
11 Mei 2018 23:30 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, BOGOR–Sesuai strategi perusahaan secara global, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memilih fokus pada penjualan kendaraan niaga. 

Product Marketing Dept. Head IAMI Benny Dwyanto mengatakan kebijakan itu akan bisa dimanfaatkan dengan baik dengan kondisi di Indonesia. Ceruk pasar kendaraan penumpang sudah terbilang sesak dengan berbagai merek dan model. 

“Kami bisa dibilang pemain lama. Dengan permintaan kendaraan niaga yang lagi naik [di Indonesia] ini akan jadi sangat baik untuk kami,” katanya di sela-sela uji berkendara Isuzu Traga di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pasar domestik masih sangat percaya diri dengan permintaan kendaraan niaga. Sepanjang kuartal I/2018 kendaraan untuk kebutuhan komersial ini naik 23,4% dibandingkan dengan periode yang sama 2017, atau menjadi 70.774 unit. 

Capaian itu mengikuti performa tahun lalu, pasokan ke dealer naik 17,23% dibandingkan dengan 2016. Tercatat hanya bus yang belum juga menunjukkan tren positif. 

Adapun satu langkah yang sudah dilakukan IAMI tahun ini adalah menanamkan investasi baru untuk memproduksi pikap medium Traga. IAMI enggan menjelaskan secara detil besaran modal yang dikeluarkan. 

Menurut Product Development Division Head IAMI Tonton Eko Boedianto prinsipal menambah investasi besar untuk pembuatan produk tersebut di Tanah Air. “Isuzu melihat potensi di negara-negara Asia Tenggara dan Indonesia terbesar untuk pasar kendaraan niaga,” katanya.

 Dia mengatakan investasi tersebut digunakan untuk pengadaan pembuat cetakan atau molding. Selain itu, dari sisi mesin, transmisi, dan suspensi depan, pikap yang akan berhadapan langsung dengan Mitsubishi tersebut menggunakan dari produk yang sudah ada.

 Tonton melanjutkan sebanyak 70% komponen Traga serupa dengan produk Isuzu lain yang sudah dipasarkan di Indonesia. Perusahaan mengombinasikan suku cadang Elf, D-Maz, dan Panther.

 Selanjutnya, pada tahun depan ada kemungkinan Traga akan menyumbang FOB (free on board) atau harga barang ekspor termasuk ongkos kirim ke neraca dagang otomotif. Beberapa negara di kawasan Asia Tenggara menjadi incaran perusahaan.

 “Kami sudah dapat pesaran. Tahun depan akan mulai pengiriman setelah volume produksi kami tambah,” kata Tonton.

 

Kendati demikian IAMI tidak akan melepas bisnis kendaraan penumpang. Permintaan konsumen akan dijaga melalui dua produk, yakni mobil serbaguna (MPV) Panther dan SUV (sport utility vehicle) medium MU-X.

 Perusahaan berupaya MU-X memiliki level kepercayaan konsumen serupa dengan Panther. Seperti diketahui MPV diesel itu sudah lama tidak ada penyegaran, tetapi permintaan produk baru dan bekasnya terbilang terjaga.

 Sementara itu hingga akhir 2018, IAMI mematok target penjualan ke diler tumbuh 32,50% atau menjadi 26.500 unit. Pada tahun lalu Isuzu Indonesia menutup tahun dengan 20.085 unit atau melesat 19,21%.

 

Penjualan Isuzu ditopang oleh kendaraan niaga truk ringan. Model ini berkontribusi sebanyak 60,7% terhadap capaian 2017. Kemudian Diikuti oleh truk medium dengan sumbangsih 14,1%.

 

Sumber : Bisnis Indonesia

Adplus Tokopedia