Hanya Butuh Sebulan, Penjualan Rush Naik 5 Kali Lipat

Model berpose bersama mobil All New Rush, line-up terbaru real SUV Toyota, di salah satu sudut Kota Bandung, Jabar Rabu (7 - 2). Sejak diluncurkan pada November 2017 lalu, kehadiran All New Rush mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Januari 2018 medium SUV ini sudah mencatatkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) ssbanyak 14.000 unit. (JIBI)
03 April 2018 09:30 WIB Yudi Supriyanto Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebulan sejak diluncurkan, Astrido Toyota total rata-rata surat pesanan kendaraan Toyota Rush meningkat lima kali lipat.

Operation Manager Astrido Toyota Budi Antony mengatakan total rata-rata surat pesanan kendaraan (SPK) Totoyota Rush mencapai 500 unit setiap bulan sejak diluncurkan. SPK tersebut lebih tinggi dari rata-rata sebelumnya ketika Toyota Rush baru belum diluncurkan, yakni 100 unit.

“Rush setiap bulan 500 unit dari sejak launching, sebelumnya kan kita sudah ambil order dari Desember [2017]. Jadi setiap bulan rata-rata Rush 500 unit, sebelumnya model lama Rush jualnya hanya 100. Dia naiknya 5 kali lipat SPK-nya,” kata Budi, Ahad (1/4/2018).

Dia menjelaskan SPK Toyota Rush di total 18 diler Astrido hingga bulan ini telah mencapai sekitar 2.000 unit dengan rata-rata setiap bulan 500 unit.

Perusahaan, lanjutnya meminta pasokan kendaraan sport utility vehicle (SUV) tersebut terus ditingkatkan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM).   “Jadi sekarang memang menunggu dari TAM, harapannya kata TAM pada semester 2 akan ada perbaikan supply,” katanya.

Dia menambahkan, konsumen kemungkinan baru bisa mendapatkan kendaraan SUV Toyota Rush pada Juli atau Agustus tahun ini jika melakukan pembelian pada Maret 2018.

Oleh karena itu, lanjutnya, konsumen yang melakukan pemesanan pada bulan ini sulit untuk mendapatkannya pada lebaran tahun ini. Menurutnya, SUV Toyota Rush matik merupakan yang paling laku dibandingkan dengan yang manual. “Iya bisa Juli, Agustus. indennya cukup jauh, 4 bulan, terutama yang matik ya. Paling laku matik,” katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia